Senin, 27 April 2026

Launching Antologi Cerpen Anti Korupsi

Kamis 23 April 2026, bertepatan dengan Hari Buku Sedunia (World Book Day) 2026, saya diajak Mas Gol A Gong ikut ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kami berangkat dari Rumah Dunia pukul 09.00 WIB dengan mobil Wuling Mas Gol A Gong. Tidak hanya saya yang diajak, ada Daru (alumni Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan 23 yang sekarang menjadi dosen dan jurnalis Radar Banten), Pak Agus Helfi Rahman dan Pak Encep atau Jawaralangit (keduanya guru SKH Kota Serang).  

Saya menjadi pengemudi. Alhamdulillah perjalanan menuju Jakarta lancar. Tidak ada kemacetan yang panjang seperti biasanya. Hanya padat merayap. Di sepanjang perjalanan kami berdiskusi tentang apa saja, tentang korupsi, tentang politik di Indonesia, tentang Makan Bergizi Gratis, tentang pemerintahan Banten dan sebagainya. 

Setelah beberapa kali berputar putar di jalan Rasuna Said, Casablanca dan Kuningan akhirnya kami sampai tepat pukul 12.00. Begitu masuk Mas Gol A Gong langsung diserbu oleh para peserta pemecahan rekor MURI, menulis cerpen anti korupsi yang digagas SIP Publishing, untuk berfoto. Ya kami kami datang untuk menghadiri acara tersebut. Mas Gol A Gong sebagai mentor dan narasumber sedangkan kami bertiga penulis cerpen anti korupsi. Setelah melayani para peserta yang ingin berfoto dan membuat video kami makan nasi padang Sederhana yang sudah disiapkan panitia.

Acara itu berlangsung meriah diikuti oleh antusiasme para penulis yang luar biasa. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka tidak mau melewatkan peristiwa berharga ini begitu saja. Bagi saya ini adalah acara pemecahan rekor MURI yang kedua, setelah pada tahun lalu, tepatnya 15 September 2025 di Perpustakaan Nasional RI, yang memecahkan rekor MURI dengan penulisan fiksi mini terbanyak oleh SIP Publishing. Saya merasa senang bisa ikut ambil bagian dari peristiwa literasi ini. Sebagai presiden Rumah Dunia saya harus terus menulis, memberikan contoh kepada relawan yang ada saat ini.

Hari ini sebanyak 1.636 penulis dari 21 provinsi di Indonesia memecahkan rekor MURI di KPK. Bagi KPK ini sebuah capaian yang kini diposisikan sebagai strategi baru memperluas gerakan antikorupsi berbasis literasi. Rekor ini bukan sekadar prestasi simbolik. KPK menilai, capaian ini menandai pergeseran pendekatan pemberantasan korupsi yang selama ini identik dengan penindakan, menuju penguatan budaya integritas melalui partisipasi publik yang masif dan kreatif. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo dalam ‘Peluncuran Buku dan Pemecahan Rekor Menulis Cerpen Antikorupsi di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK, Jakarta. 

Saya mengarahkan camera DSLR Cannon 800D yang saya bawa. Beberapa angel Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo saya dapatkan. Tapi di sini saya post satu saja ya ^_^.

 

Pada kesempatan itu hadir juga Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan pada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar yang memberikan apresiasi terhadap acara tersebut. Ia menilai pendekatan literasi memiliki peran strategis dalam membangun karakter integritas, termasuk melalui karya sastra sebagai refleksi nilai dan sikap individu. Ia menilai kolaborasi KPK dengan SIP Publishing dan Yayasan Rumah Indonesia Menulis menjadikan karya sastra sebagai medium edukasi yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh publik. Pencatatan rekor oleh MURI pun memiliki nilai strategis karena tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari perjalanan gerakan literasi nasional yang mengusung nilai-nilai antikorupsi.

Nah, ini dia foto Pak Adin.

Kalau yang ini foto-foto kebahagiaan kami saat peluncuran buku Cerpen Antikorupsi di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK, Jakarta. 

 


Setelah dari acar tersebut ada satu peserta perempuan yang mengajak kami makan malam. Itu akan saya ceritakan nanti ya! 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih untuk komentarnya