Minggu, 14 Juni 2026

Advokasi dengan Dinas Perpustakaan Pandeglang

Kamis 4 Juni 2026. Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI Kota Serang, Rudi Rustiadi mengagendakan pertemuan dengan staf dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pandeglang, ibu Neneng Nuraeni di Rumah Dunia, Kota Serang.

Pertemuan ini dalam rangka membangun sinergi dan kerja sama pada kegiatan bimbingan teknis kepenulisan konten budaya lokal yang akan diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kabupaten Pandeglang.  Pada pertemuan ini membahas konsep dan strategi pelaksanaan kegiatan pelatihan menulis konten budaya lokal. 


Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan menulis masyarakat Pandeglang khususnya dalam mendokumentasikan, mengembangkan dan mempromosikan kebudayaan lokal Kabupaten Pandeglang.


Kegiatan ini kolaborasi dengan para  pegiat literasi, belajar, guru, mahasiswa hingga tokoh budaya. Diharapkan kegiatan dapat memberikan inspirasi wawasan serta pengalaman berharga baru para peserta bimtek sehingga mampu menghasilkan konten-konten berkualitas yang mengangkat potensi budaya Kabupaten Pandeglang sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya, sekaligus penguatan budaya baca dan literasi masyarakat.











Dongeng di Out of the Boox

Minggu 7 Juni 2026 Relawan Literasi Masyarakat @perpusnas.go.id Kota Serang, Rudi Rustiadi bersama tim dongeng Rumah Dunia menyelenggarakan acara Dongeng dan Workshop Children Short Story dalam acara Out of the Boox di Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten.

Tim dongeng Rumah Dunia (Kak Dio, Kak Wina, Kak Gege) .menceritakan kisah Timothy dan Bob Si Beruang yang Sombong. Dongeng tersebut merupakan cerita yang ditulis oleh Shasa Nabila Purwita Rini, siswa SMA Negeri 1 Balikpapan, yang dimuat di media online kurungbuka.com. Cerita tersebut memuat pesan moral untuk tidak pilih-pilih teman.

Sedangkan workshop diisi oleh Tias Tatanka , founder Rumah Dunia. Tias memberikan pelatihan singkat membuat cerita dari gambar yang dipilih oleh para peserta. Dari gambar-gambar tersebut beserta diminta untuk membuat sebuah cerita yang menarik.

Para peserta yang merupakan anak-anak sangat senang dan antusias. Apalagi mereka mendapatkan hadiah dari Rumah Dunia dan Out of the Boox, bagi mereka yang aktif dan menyimak dengan baik, dongeng serta materi dari narasumber.

Lihat keseruannya di sini

https://www.facebook.com/share/r/18ynFmvYof/

#relawanliterasimasyarakat

#relima2026 

#BersamaRelima 

#PerpstakaanNasionalRI 

@perpusdabanten @gemarmembaca.id @forumtbmkotaserang @forumtbmbanten @dpkkotaserang @kurungbukacom @relima_provinsi_banten















Literacy Journey di Out of the Boox

 Sabtu 6 Juni 2026 Relawan Literasi Masyarakat @perpusnas.go.id Kota Serang, Rudi Rustiadi bersama Rumah Dunia, Duta Baca Indonesia dan @outoftheboox.id menyelenggarakan kegiatan sharing session Literasi Journey di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten.

Literacy Journey adalah perjalanan Gol A Gong bersama dua anaknya, Jordy dan Natasha yang melakukan perjalanan ke 10 negara di Asia dan Eropa Barat selama 3 bulan. 

Pada kesempatan itu Gol A Gong yang juga Duta Baca Indonesia berbagi pengalaman di negara-negara yang didatanginya seperti Vietnam, Cina, Khazastan, Azerbaijan, Turki dan negara-negara lainnya.

Gol A Gong juga bercerita masa mudanya saat keliling Indonesia. Ia memanfaatkan bakat bermain bulu tangkis untuk membiayai perjalanan—menantang atlet-altlet daerah dan menggunakan bayaran kemenangannya sebagai ongkos perjalanan. 

Cara lain yang ia lakukan dengan hitchhiking menaiki truk-truk yang beristirahat di SPBU. Ia meminta izin menumpang kepada sopir untuk ikut ke daerah tujuan truk.

Hobi traveling Gol A Gong tidak berhenti saat muda, di usianya yang sudah setengah abad lebih Gol A Gong masih terus traveling. Yang terdekat adalah Safari Literasi Jawa, pada Juli hingga Agustus 2026 dan perjalanan Eropa-Afrika 2027.

Gol A Gong menyampaikan bahwa jika ingin traveling harus by design. Dipikirkan dengan matang, mulai dari persiapan, rute, bekal hingga pasca perjalanan.

Acara berjalan lancar dengan antusias, para peserta yang aktif bertanya—termasuk mengulik bagaimana Gol A Gong bisa tetap konsisten berkarya hingga hari ini. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian doorprize dari panitia OOTB Gudang Buku Keliling serta Gol A Gong sendiri.

#relawanliterasimasyarakat 

#relima2026 

#BersamaRelima 

#PerpstakaanNasionalRI 

@perpusdabanten @golagong @dpkkotaserang @gemarmembaca.id @forumtbmkotaserang @forumtbmbanten @perpusnas.go.id














Bincang Buku dan Pembacaan Puisi Timur dari Masa Lalu

Kamis 4 Juni 2026 Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kota Serang, Rudi Rustiadi bersama penyair, Toto ST Radik dan Rumah Dunia mengadakan Bincang Buku dan Pembacaan Puisi Timur dari Masa Lalu di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Kota Serang dalam rangkaian acara Out of the Boox.

Pada kesempatan itu Toto ST Radik berbagi proses kreatif menulis puisi Timur dari Masa Lalu. Buku puisi Timur dari Masa Lalu ini merupakan buku antologi terbarunya yang diterbitkan oleh penerbit Langgam Pustaka. Toto menjelaskan bahwa buku ini ditulisnya dengan penuh persiapan. Puisi-puisi dalam buku ini merupakan satu kesatuan satu puisi yang utuh dan pernah diikutkan sayembara penulisan puisi.

Peserta antusias mendengarkan proses  penulisan puisi yang dibagikan oleh Toto ST Radik. Beberapa peserta juga membacakan puisi Timur dari Masa Lalu.

Peserta semakin antusias setelah mendapatkan door prize dari Out of the Boox. Beberapa dari mereka bertanya seputar dunia tulis menulis baik itu menulis puisi ataupun buku fiksi lainnya.

@dpkkotaserang 
@perpusdabanten 
@gemarmembaca.id 
@perpusnas.go.id 
@forumtbmbanten 
@forumtbmkotaserang 

#relima2026 
#relawanliterasimasyarakat 
#PerpstakaanNasionalRI 
#BersamaRelima 









 

Relima Kota Serang

Tahun 2026 ini saya, Rudi Rustiadi mendapatkan amanah dari @perpusnas.go.id untuk menjadi Relawan Literasi Masyarakat (Relima) 2026 lokus Kota Serang. Pengukuhan dilaksanakan 18 Mei 2026 di Ruang Teater Gedung A, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Salemba.

Mari bersama-sama berkolaborasi menguatkan budaya baca dan gerakan literasi Kota Serang.

 










Selasa, 19 Mei 2026

Wajah Baru Indonesia



Membaca buku Wajah Baru Indonesia di Tanah Arab terasa seperti mendengarkan perjalanan panjang menyusuri jejak orang-orang Indonesia yang diam-diam sukses di Arab Saudi. Selama ini, banyak orang mengenal diaspora Indonesia di Timur Tengah hanya lewat cerita pekerja migran atau ibadah haji dan umrah. Tapi buku ini membuka sudut pandang baru: ternyata banyak anak bangsa yang berkiprah sebagai “pesohor profesional”  insinyur, bankir, pilot, ahli teknologi, kurator seni, hingga atlet di Saudi.

Menarik, buku ini ditulis tidak dengan gaya akademik yang berat dan biasanya sulit dipahami. Wajah Baru Indonesia di Tanah Arab bahasanya ringan, mengalir seperti reportase perjalanan dan obrolan santai. Barangkali karena tulisan ini bersumber pada acara podcast. Sehingga pembaca seolah diajak masuk ke kehidupan para diaspora Indonesia lewat kisah-kisah personal yang hangat dan inspiratif mereka. Kita bukan hanya membaca data atau prestasi, tetapi juga perjuangan, kerinduan pada tanah air, kerja keras, dan mimpi besar mereka di Arab Saudi.

Salah satu kekuatan buku ini adalah cara A.M. Sidqi sebagai penulis memotret Arab Saudi yang modern dan berubah cepat. Selama ini banyak orang membayangkan Saudi hanya identik dengan gurun, minyak, atau kota suci. Tapi melalui buku ini, kita melihat Saudi sebagai negara yang sedang bergerak menuju masa depan digital dengan proyek-proyek raksasa dan peluang besar bagi profesional dunia, termasuk Indonesia.

Kisah-kisah tokohnya juga terasa dekat. Misalnya cerita Aditya Luhut Sibarani, konsultan transportasi yang bermimpi menjadi Menteri Perhubungan RI suatu hari nanti. Atau Andri Hartanto, ahli telekomunikasi yang akhirnya mendapatkan status Premium Residency di Saudi setelah perjalanan panjang karier internasionalnya. Cerita mereka bukan sekadar soal sukses, tetapi tentang keberanian merantau, belajar, dan tetap membawa identitas Indonesia ke mana pun mereka pergi.

Buku ini juga penting karena mencoba mengubah narasi tentang diaspora Indonesia. Jika selama ini berita tentang WNI di luar negeri sering diwarnai kisah pilu, maka buku ini menghadirkan sisi yang membanggakan: diaspora sebagai wajah baru Indonesia yang profesional, kompeten, dan dihormati dunia internasional.

Selain inspiratif, buku ini memberi harapan bagi generasi muda Indonesia. Bahwa anak kampung dari mana pun kita, bisa berkiprah di panggung global. Dunia ternyata lebih luas daripada yang sering kita bayangkan.

Secara keseluruhan, Wajah Baru Indonesia di Tanah Arab adalah buku yang hangat, optimistis, dan penuh energi positif. Cocok dibaca oleh anak muda, mahasiswa, pekerja migran, pencinta dunia internasional, hingga siapa saja yang ingin melihat Indonesia dari sudut yang berbeda. Buku ini membuat kita sadar bahwa di berbagai penjuru dunia, ada banyak orang Indonesia yang sedang bekerja diam-diam menjaga nama baik bangsa.


Dan setelah membaca buku ini, kita mungkin akan berkata:
ternyata wajah Indonesia di luar negeri jauh lebih keren daripada yang selama ini kita lihat di berita.




Rabu, 13 Mei 2026

Maim ke Toko Buku

Selasa 12 Mei 2026 kita semua pergi ke toko Gramedia Serang ayah mencari buku wajah baru Indonesia di tanah Arab karya h.m Sidqi diplomat Indonesia untuk Arab Saudi pada minggu 17 Mei 2026 akan ada bedah buku ayah mencarinya untuk dibaca oleh sayangnya setelah di sana Buku tersebut belum ada 


Kami bertiga kemudian melihat-lihat buku-buku yang ada di Gramedia Serang membaca dan sesekali membaca buku-buku yang sudah lepas segelnya Dita sangat senang dengan buku pop art di rumah tidak ada 









Selasa, 12 Mei 2026

Kelas Menulis Rumah Dunia

Pertemuan Kedua

Minggu 10 Mei 2026. Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan 43 menginjak pertemuan yang kedua. Materi yang disampaikan adalah features. Narasumbernya kali ini adalah Hilal Ahmad.

Saya dan Dipta berangkat dari rumah ke Rumah Dunia tepat setelah azan Zuhur. Belum makan, belum salat. Dipta siang itu rewel. Di rumah menangis terus. Salah satu hal yang bisa membuatnya berhenti menangis adalah naik motor. Maka saya langsung mengajaknya ke Rumah Dunia.

Kami mampir dulu di Indomaret untuk membeli onigiri, lalu ke masjid di Kampung Ciloang. Saya salat. Dipta lari-lari di karpet yang luas. Setelah itu, sambil menunggu pukul 14.00 aku menyuapi Dipta hingga kenyang.   

Saat kelas dimulai Dipta tertidur pulas.