Jumat, 08 Mei 2026

Berkunjung ke Perpustakaan

Ada tempat yang mewah dan mahal yang menawarkan kebahagiaan saat ada di dalamnya, ada tempat sederhana dan sunyi yang menawarkan caranya bahagia saat berada di luarnya. 

Assalamualaikum. 

Anakku, Naradipta Nuansa Bumi 


Nak, tempat kedua yang ayah tulis di atas adalah salah satu tempat favorit ayah dan ibu. Jika kamu sudah tumbuh remaja ayah ingin waktu luangmu digunakan bepergian  ke sana, walau hanya mebacai blurb-blurb saja. 


Seperti hari ini, Sabtu 4 April 2026. Ayah dan ibu mengajakmu ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten. Ayah tidak menuntaskan 1 buku pun. Begitu juga ibu. Kami hanya menarik beberapa buku dari barisannya, membacai judul dan blurbnya, lalu mengajakmu ke ruang anak untuk melihat-lihat gambar di buku.


Mungkin saat ini kamu belum mengerti kenapa tempat seperti ini begitu kami sukai. Tapi semoga suatu hari nanti kamu paham, bahwa membaca bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Membaca adalah cara manusia menyalakan cahaya di dalam kepala dan hatinya.


Nak.


Rak-rak buku di beberapa perpustakaan mungkin terlihat biasa saja. Hanya kayu, kertas, dan debu tipis yang sesekali menempel di sampul buku. Tapi sebenarnya, di sana ada ribuan cerita kehidupan yang sedang menunggu kamu selami. Ada orang-orang yang menitipkan pikirannya agar bisa ditemukan oleh orangmu, bahkan puluhan tahun setelah penulisnya tiada.


Saat menyelami cerita atau menjumpai pemikiran para penulis, maka kamu sedang diajak untuk berjalan pada dimensi yang lain. Kamu bisa berjalan ke tempat-tempat yang belum pernah kamu datangi, mengenal orang-orang yang tidak pernah kamu temui, bahkan memahami perasaan yang belum pernah kamu rasakan sendiri.


Dan ingat, Nak!


"Jangan pernah membaca karena karna ingin dianggap pintar, bacalah karena kamu mau membaca, dan dengan sendirinya kamu akan jadi pintar," Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie


Ayah setuju dengan penulis Ziggy. Dia salah satu penulis yang nanti karya-karyanya harus kamu baca. Buku-bukunya menjadi koleksi perpustakaan ayah dan ibu di rumah.


Nak.


Orang yang membaca demi dipuji biasanya hanya sibuk menghafal kata-kata. Tapi orang yang membaca karena ingin, perlahan akan tumbuh seperti akar pohon: diam, tidak banyak terlihat, tapi kuat menopang dirinya sendiri.


Membaca itu proses, ia tidak seperti hujan deras yang langsung membuat tanah basah. Kadang ia datang seperti embun; pelan, sedikit demi sedikit, tapi membuat sesuatu di dalam dirimu tetap hidup.


Mungkin nanti kamu akan menemukan buku yang membuatmu tertawa. Ada juga buku yang membuatmu marah, bingung, atau diam lama setelah halaman terakhir selesai. Simpan semua perasaan itu baik-baik, karena itulah tanda bahwa sebuah bacaan sedang bekerja di dalam kepalamu.


Kelak, ketika hidup terasa ramai dan melelahkan, semoga kamu selalu punya kebiasaan sesederhana membaca buku. Sebab buku sering kali menjadi tempat manusia pulang tanpa harus pergi ke mana-mana.


















 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih untuk komentarnya