Pada Batas Waktu
![]() |
| Cover buku Pada Batas Waktu |
Pada
batas waktu, buku antologi puisi dan cerpen. Dalam buku ini TH Poahan (penulis)
banyak mengambarkan bagaimana kehidupan sehari-harinya dan juga keadaan kampung
temapt tinggalnya, yang ia tulis dengan sederhana namun indah sebagai sebuah
puisi.
Walau pun anda tidak mengenal si
penulis, namun jika anda mebaca sajak-sajaknya anda akan merasa dekat dengan si
penulis karena tadi, si penulis banyak menggambarkan kehidupannya, kota, desa
dan apa yang dia lihat serta rasakan di sekelilingnya.
Buku ini aku peroleh ketika menjadi
panitia Jambore Taman Bacaan Masyarakat (TBM) 2014 di Rumah Dunia, Serang. salah
satu puisi yang paling saya suka adalah “Satu Sore”
Satu
sore
Suatu
sore di sebuah gerai kopi modern
Kulihat
seorang anak bersama ayahnya
Menikmati
segelas kopi dan roti
Mereka
larut
Ayah
dengan tablet
Anak
dengan game portable
Suatu
sore yang lain
Dikedai
kopi sederhana
Kulihat
seorang kakek bersama cucunya
Menikmat
segelas kopi dan roti
Mereka
bercerita
Kakek
dengan masa lalunya
Cucu
dengan masa kininya
Sore
ini
Aku
sendiri bersama
Notebook
Masa
lalu
Dan
kini
(Rantauprapat
18 Februari 2013)
Yang
paling berkesan dalam buku ini adalah sang penyair berkenan untuk membubuhkan
pesan yang sangat bermakna. Ini adalah pistiwa pertama kalinya bukuku ditandatangani
langsung oleh seorang penyair / sastrawan.
To:
Rudy
Mari
menulis untuk keabadian!
TH
Pohan 21/2-2014
Pesan
yang singkat namun syarat akan makna, dan itu juga menjadi sebuah amanat! Untuk
aku agar terus menulis, sehingga aku “tetap abadi”
![]() |
| Gue abis baca buku Pada Batas Waktu |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih untuk komentarnya