Menyatu Dengan Alam
#Baduy 10
“Keindahan
tidak diciptakan dalam diam. Keindahan diciptakan untuk mereka yang berjalan.”
-Rudi
Rustiadi-
![]() |
| Satu pemandangan di Baduy. dalam perjalanan pulang |
Hari ini matahari
bersinar cerah. Sinar mentari menembus dari balik dedauan akan menjadi
kenangan. Barisan bukit menampakkan
keagungan yang langsung meresap ke relung hati. Jalan yang terjal dari
Ciboleger ke Cibeo, sungguh indah kalau dinikmati secara perlahan. Setiap
langkah adalah ucapan syukur terhadap rahmat Tuhan ke muka bumi. Setiap langkah
adalah kekaguman akan ciptaannya. Perjalanan ini akan semakin mendekatkanmu
dengan Tuhan
![]() |
| Jalan setapak yang terjal menuju jembatan Akar, |
Jalan
setapak yang menghubungkan Baduy Dalam dengan dunia luar mirip seutas garis
tipis meliuk-liuk di bibir kematian. Jalan setapak yang kami lalui ini hanya
selebar satu meter, hanya cukup untuk satu orang. Di sebelah kanan ada dinding
terjal gunung bukit. Seakan mengingatkan maut bisa datang kapan saja, dan di
sebelah kiri ada jurang, meski bukan jurang bebatuan namun jurang ini cukup mengerikan.
![]() |
| Masih, jalan setapak menuju jembatan Akar |
Jurang ini lumayan dalam
sekitar 30-40 meter. tidak usah dibayangkan apa yang akan terjadi kalau kita terpeleset
sedikit saja. Jalan becek plus beberapa
“trek kejutan” yang kami lintasi
berbelok merangkul gunung. Sepanjang perjalanan kami diramaikan aliran sungai
yang deras bergemuruh.
![]() |
| Sungai di jembatan akar mulai terlihat |









Bagus Boss...
BalasHapus