Come Back Home
#Baduy 12
Peruntungan
saya mungkin memang tidak terlalu baik.
Pulang pergi diguyur deras pulangnya pun kembali diiringi dengan hujan. Padahal
dari pagi hingga sampai di jembatan akar panas sangat terik. Ingin
rasanya berhenti dan berteduh, tapi dimana? Di sepanjang perjalana tidak ada
rumah, saya di sedang berada di tengah hutan, berhenti hanya akan menambah
dingin tubuh saja. Karena memng tak ada tempat untuk berteduh.
![]() |
| Gue, di stasiun Rangkasbitung. mau pulang |
Akhirnya
saya berjalan dengan guyuran hujan. Menikmati tiap tetes air yang menerpa tubuh
saya. Dingin menusuk hingga tulang. Beruntung hujan deras di tambah angin
kencang ini tidak disertai geledek juga.
Berrr...
angin berhembus dengan kencang. Meniupkan hawa dingin keseluruh tubuh. Dengan
basah kuyup saya menyusuri tanjakan demi tanjakan hingga berjam-jam. Dalam
liku-liku jalan setapak, rimbunnya semak-semak di jalan menanjak, akar-akar
yang melingkar, pepohonan yang tinggi menjulang.
Setelah
7 jam melangkahkan kaki. Saya, Ardian Je dan Eneng Rani menjadi orang pertama
yang sampai di Ciboleger. Hujan masih turun dengan deras. Warung-warung di
sekitar Ciboleger penuh dengan orang-orang yang baru tiba dan hendak ke Baduy,
mereka memilih berteduh terlebih dahulu menunggu hujan reda.
“Alhamdulillah,” rasa syukur saya
panjatkan dalam hati. Tuhan memberikan saya kekutan dan kesempatan untuk mengunjungi
belahan dunia-Nya.
Namun
perjalan saya belum berakhir sampai di sini, Justru perjalanan ini baru dimulai,
untuk menguak tempat-tempat yang eksotik di negeri ini. Walau pun kita tahu ngomongin
tempat eksotika di Indonesia tidak akan ada
habisnya. Contohnya, ya, Baduy ini. Dan
masih Ada banyak keindahan tersembunyi di pelosok bumi yang menunggu
untuk di ungkap. Indonesia emang nggak ada matinya untuk dijelajahi!
![]() |
| Gue, diperjalanan pulang, gak tau hih jembatan apa? |
Perjalanan
ke sudut bumi Tuhan yang bernama Baduy inilah petualangan saya dimulai. Ini
adalah langkah awal perjalanan panjang saya untuk mengelilingi Indonesia bahkan
dunia, melihat barisan gunung dan deretan sungai
sebagai master piece ciptaan tuhan.
Menguak keindaah yang tersembunyi di penjuru pelosok bumi, serta menjalin kisah
unik dan menarik untuk diabadikan dalam sebuah catatan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih untuk komentarnya