Supir elf Gelo
#Baduy 4
“Supirnya gelo euy” kata Arif Baehaqi (19 th).
Mobil yang kami tumpangi ngebut, saya dan Arif duduk di atas elf.
Di
atas langit Rangkasbitung matahari dengan gagah menampakan sinarnya. Huft, panas banget. Dari atas elf saya
bisa melihat pemandangan lebih luas, Merasakan setiap goyangan mobil yang meliuk-liuk
di setiap tikungan atau sedang menghindari lubang, jalan menuju Ciboleger tidak
cukup bagus, banyak lubang menganga di beberapa titik. Kami harus ekstra
waspada, berpegangan dengan kuat pada besi di atap elf.
Di
atas elf Arif bercerita pengalamannya ketika pertama kali bergabung dan menjadi
relawan Rumah Dunia, pengalamannya berorasi
literasi di acara seminar bersama Gol A Gong serta bagaimana dia bisa
mengenal Rumah Dunia.
“Awaaas...!”
Prak...!
dahan ranting yang doyong ke badan jalan hampir mengenai kepala Arif, beruntung
ia sigap dan bisa menahannya dengan tangan.
![]() |
| Arif, teman ngobrol di atas elf |
Mobil
elf berlari dengan cepat, melahap semua tikungan yang dilewati. Kami sudah
melewati desa Cimarga. Angin kencang beserta debu jalanan menerpa wajah saya. Debu
dari bukit-bukit yang dikeruk untuk di jadikan pasir. Saya tidak memakai kaca
mata, dan alhasil debu dengan leluasa masuk ke mata. Ini pelajaran bagi anda
yang ingin merasakan sensasi naik diatas elf seperti saya sebaiknya menggunakan
kacamata atau setidaknya siapkan obat tetes mata.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih untuk komentarnya