Wilujeng Sumping. Terima kasih sudah mampir ke Blog ini. Blog ini hanya untuk belajar menulis. Silahkan berikan komentar jika senang dengan isi Blog ini !

Post Page Advertisement [Top]



Baduy Luar
#Baduy 6

Lima belas menit berlalu sejak saya berjalan dari Ciboleger. Hujan rintik-rintik mulai turun di kampung Balimbing. Ransel yang saya gendong saya turunkan, saya bungkus denga drypack agar air hujan tidak masuk kedalam ransel. Hujan yang turun tiba-tiba ini tidak serta merta menyurutkan semangat kami menuju Baduy Dalam. Meski hujan kemudian mengguyur, kami tetap berjalan. Kami berjalan bersama rintik hujan. Menikmati setiap tetes air yang jatuh menimpa kami.

Gue, lagi jalan di atas batu yang licin & becek
Untunglah jalan setapak menuju Baduy Dalam ditanami bebatuan, jika tidak, tanah merah yang becek pasti akan menempel di sepatu dan sandal kami, itu bisa membuat langkah kaki kami semakin berat dan sangat menguras stamina. Meski begitu kami harus tetap berhati-hati, batu-batu yang sengaja ditanam untuk pijakan ini, diselimuti lumut dan sedang diguyur hujan, biasanya akan menjadi sagat licin. 

Disepanjang perjalanan kami berbagi canda dan tawa untuk mengusir rasa dingin. Suasana hangat perlahan terbangun melalu cerita diselingi joke-joke yang dilontarkan secara spontan, keakraban mulai terjalin di sepanjang perjalanan. Deretan rumah berdinding bilik dan beratapkan hateup* menjadi pemandangan sepanjang perjalan.

 
Di belakang gue adalah deretan rumah khas Daduy







*genting yang terbuat dari daun kirai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih untuk komentarnya

Bottom Ad [Post Page]