Wilujeng Sumping. Terima kasih sudah mampir ke Blog ini. Blog ini hanya untuk belajar menulis. Silahkan berikan komentar jika senang dengan isi Blog ini !

Post Page Advertisement [Top]




Gol A Gong

Oleh : @rudirustiadi
Kelas menulis Rumah Dunia
angkatan-23


Minggu 09 Maret 2014, menjadi rutinitas saya di setiap hari Minggu mengikuti kelas menulis Rumah Dunia, namun kali ini berbeda dari biasanya, saya terlambat datang, ketika bergabung dengan teman-teman yang sudah datang sedari tadi, saya mersakan kejanggalan, suasana terasa hening,  gestur peserta  kelas menulis menunjukan rasa ketakutan dan bersalah. “Takut kenapa?, meresa bersalah kenapa?,” pertanyaan itu terus hadir dalam pikiran saya selama proses belajar kelas menulis berlangsung.
Hal yang berbeda dari biasanya juga di tunjukan Gol A Gong, gestur dan raut wajahnya saat itu terlihat tidak seperti  biasanya, yang penuh dengan semangat dan guyonan ketika mengisi kelas menulis, ini menjadi sesuatu hal yang aneh dan membingungkan bagikku, tidak banyak kata yang keluar dari mulutnya, seperti kebiasaanya mengajar, menceritakan pengalaman-pengalaman inspiratifnya saat menjadi wartawan atau bekerja di RCTI kepada peserta kelas menulis.
Proses belajar berjalan tersa canggung, kemudian Gol A Gong bertanya “ada yang mau di sampaikan?,” lagi “ada yang mau di sampaikan?,” pertanyaan itu sampai beberapa kali di sampaikan, bahkan terkesan seperti memaksa, memaksa peserta kelas menulis berkata-kata untuk menyampaikan sesuatu, namun saat itu tidak ada  satupun dari peserta kelas menulis yang berani untuk berkata-kata, ketika itu saya dapat merasakan bahwa ada sesuatu dari mulut peserta yang ingin di sampaikan, namun terasa berat untuk di ucapkan, kepala mereka tertunduk tidak berani menatap wajah Gol A Gong, sebagian dari mereka saling tunjuk untuk menyampaikan sesuatu.
Kelas menulis akhirnya selesai pukul 17.30, saya dan teman saya Haidaroh berjalan ke masjid untuk menunaikan sholat Ashar, ketika itu saya langsung menyampaikan apa yang saya rasakan semala proses belajar kelas menulis, Haidaroh kemudian menjelaskannya. “dia (Gol A Gong) kecewa” kata Daru sapaan akrab Haidaroh. Kata “kecewa” menunjukan ada rasa ketidak puasan, rasa kesal dan sesal dalam diri seseorang, mungkin itulah yang Gol A Gong rasakan ketika itu, dan saya baru memahami kenapa gestur Gol A Gong berubah di hari itu.
Gestur yang dilakukan oleh seseorang terkadang memang tanpa disadari keluar mendahului bahasa verbalnya. Dan gesture sangat mendukung dan berpengaruh dalam proses komunikasi. Jika berlawanan dengan bahasa verbal akan mengurangi kekuatan komunikasi, sedangkan kalau selaras dengan bahasa verbal akan menguatkan proses komunikasi. Lalu apakah gesture Gol A Gong ketika itu menunjukan ada masalah dalam dirinya ???. saya beranggapan demikian, karena Gol A Gong mengamininya dengan mengatakan “saya kecewa”.
Semoga semua ini hanya perasaan saya saja, saya hanya menulis apa yang saya lihat dan apa yang saya rasakan dari gestur Gol A Gong dan bahasa verbalnya ketika kami berinteraksi, orang lain bisa saja berpendapat atau mengartikan  gestur Gol A Gong berbeda dengan yang saya rasakan, karena tidak semua orang mempunyai kepekaan yang sama, karena menurut wikipedia, gestur merupakan suatu bentuk komunikasi non-verbal dengan aksi tubuh yang terlihat mengkomunikasikan pesan-pesan tertentu, baik sebagai pengganti wicara atau bersamaan dan paralel dengan kata-kata. Gestur mengikutkan pergerakan dari tangan, wajah, atau bagian lain dari tubuh.
Gestur Gol A Gong menjadi anomali di hari itu karena dari sekian banyak peserta kelas menulis, hanya beberapa orang saja yang mengerjakan tugas, kemudian saya juga mencoba membaca gestur peserta kelas menulis. Dari sekian banyak peserta kelas menulis kenap hanya beberapa orang saja yang membuat tugas?. Dari beberapa pertemuan Gol A Gong selalu memberikan tugas, namun tugas itu berlalu begitu saja tanpa ada koreksi langsung (kecuali tugas tabloid), mungkin itu lah yang membuat peserta  kelas menulis “lalai” menegrjakan tugas-tugas berikutnya. 
Sekali lagi semoga ini hanya perasaan saya saja, namun jika benar seperti itu, semoga menjadi pembelajaran untuk peserta kelas menulis Runah Dunia angkatan-23. Dan untuk Gol A Gong semoga kembali ceria, ikhlas membimbing kami dengan segala kelebihanmu, menjadi sumber inspirasi kami. Dan untuk pertanyaan “ada yang mau di sampaikan?,” pertanyaan itu sepertinya umpan untuk kami, untuk menyampaikan rasa bersalah kami dan meminta maaf, agar Gol A Gong “terhibur” dan kembali bersemangat membimbing kami saat itu, namun sayang tidak ada satu orangpun yang berani menyampaikannya, untuk itu dalam kesempatan ini kami meminta maaf atas “kelalaian” kami kemarin.
“Sekai lagi” saya hanya menulis apa yang saya lihat dan apa yang saya rasakan, jika ada yang kurang berkenan jangan sampai di masukan kedalam hati !, PEACE !!! hehehe....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih untuk komentarnya

Bottom Ad [Post Page]