Wilujeng Sumping. Terima kasih sudah mampir ke Blog ini. Blog ini hanya untuk belajar menulis. Silahkan berikan komentar jika senang dengan isi Blog ini !

Post Page Advertisement [Top]

Cover buku ibuk,


 “ibuk,” Buku fiksi karya Iwan Setyawan ini sungguh inspiratif. Bercerita tentang kegigihan seorang ibu lima anak yang tidak lullus SD tapi, mempunyai kekuaan besar untuk mewujudkan keinginannya, menyekolahkan anak-anaknya hingga SMA bahkan hingga menjadi mahasiswa.
Buku bertebal 293 halaman ini bercerita tentang Tinah, seorang penjual baju yang tidak lulus SD. Kemudian dinikahi seorang play boy pasar yang juga seorang kenek angkot bernama Hasyim. Di usia belia mereka lalu dikaruniai lima orang anak. Hidup serba pas-pasan bahkan harus hidup menumpang di rumah saudara. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi namun hidup kelima anak mereka penuh dengan kehangatan yang diciptakan melalu kasih sayang seorang ibu.
Lima anak yang terlahir sebagai buah cinta mereka membuat hidup mereka semakin meriah juga semakin penuh perjuangan. Angkot yang sering rusak, rumah mungil yang bocor di kala hujan, biaya pendidikan anak-anak yang besar, dan pernak-pernik permasalahan kehidupan dihadapi Ibuk dengan tabah. Air matanya membuat garis-garis hidup semakin indah.Keterbatasan ekonomi juga tidak menjadi alasan untuk tidak bersekolah. Dengan tekad yang kuat akhirnya bisa menyekolahkan kelima anaknya bahkan, Bayek, anak ketiga mereka menjadi mahasiswa lulusan terbaik Institut Pertanian Bogor (IPB). Dengan modal menjual ngkot bapaknya, satu-satunya mata pencahariuan bapaknya. Demi bisa kuliah di Bogor.Sebuah pesta kehidupan yang dipimpin oleh seorang perempuan sederhana yang perkasa. Tentang sosok perempuan bening dan hijau seperti pepohonan yang menutupi kegersangan, yang memberi nafas bagi kehidupan. Sebuah kisah tentang kekuatan seorang ibu dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan & juga perjuangannya dalam membesarkan anak-anaknya. Sebuah kisah yang indah dan mengharukan!
Bagaimana cara ibu membesarkan dan mendidik kelima anaknya dengan adil dan penuh kasih sayang? Bagaimana kegigihan ibuk hingga bisa menyekolahkan kellima anaknya? Bagaimana pula Bayek membalas kasih sayang dan perjuangan orangtuanya dulu? Semuanya Iwan tuliskan dalam buku yang berjudul “ibuk,” ini.
Tidak hanya inspiratif buku ini juga berhasil membuat mataku sembab. Meski ku tahan namun tetap juga berlinang, bukan karena aku yang melankolis tapi, karena perjuangan dan kasih sayang seorang ibu yang tulus di dalam buku ini, yang dengan lugas dan detail dituliskan oleh Iwan.
Dari kisah ini mendapatkan sebuah pelajaran besar bahwa, pendapatan orangtua tidak lantas menutup pendapat anak untuk memilih dan menentukan pendidikannya.
Gue abis baca buku "ibuk,"
 
Judul buku       : ibuk,
Penulis             : Iwan Setyawan
Tebal               : 293 halaman
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tahun              : 2010
ISBN              :  978-979-22-8568-0

Profil penulis

Iwan Setyawan lahir di Batu 2 Desember 1974. Lulusan terbaik fakultas MIPA IPB 1997 dari Jurusan Statistika ini bekerja selama tiga tahun di Jakarta sebagai data analis di Nielsen dan Danareksa Research Institute. Ia selanjutnya merambah karir di New York City selama 10 tahun. Pencinta yoga, sastra. dan seni teater ini meninggalkan NYC Juni 2010 dengan posisi terakhir sebagai Director, Internal Client Management di Nielsen Consumer Research, New York. 9 Summers 10 Autumns adalah novel pertama yang terinspirasi dari perjalanan hidupnya sebagai anak seorang sopir di Kota Batu ke New York City. Buku pertamanya Melankoli Kota Batu berupa kumpulan fotografi dan narasi puitis, didekasikan untuk Kota Batu. Iwan saat ini tinggal di Batu, Jawa Timur.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih untuk komentarnya

Bottom Ad [Post Page]